Tampilkan postingan dengan label Purworejo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Purworejo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Maret 2013

Pantai Ketawang – Bekas Tambang yang Sunyi



Sebenarnya banyak tempat yang telah saya kunjungi (gak banyak-banyak juga sih, juga cuma daerah dekat-dekat) tapi di blog ini 50 tulisan pun belum ada padahal dah beberapa tahun berjalan, entah karena saya yang malas menulis atau karena saya tidak terlalu suka menulis tempat-tempat yang dah banyak infonya di dunia maya (pengecualian untuk tulisan awal karena masih coba-coba dan beberapa yang gak di awal :p).

Pantai Ketawang terletak di dusun Ketawang, desa Ketawangrejo, kecamatan Grabag, Purworejo. Tetapi tatkala saya browsing-browsing di inet, pantai Ketawang disebut juga dengan pantai Jetis, padahal Jetis sendiri merupakan nama dusun di desa Patutrejo yang terletak di sebelah timur desa Ketawangrejo. Usut punya usut setelah saya lihat di suatu peta, ternyata kedua dusun tersebut juga saling berbatasan, sehingga kemungkinan kedua pantai tersebut juga sulit untuk dicari batasnya. Lokasi secara astronomis terletak pada 7.849166667S, 109.895E

Double Grade
Untuk ke pantai ini yang paling mudah dari Kutoarjo tinggal menuju stasiun dan terus ikuti jalan ke selatan hingga jalan Daendels dan ikuti lagi jalan ke selatan hingga ke pantai. Jika lewat jalan Daendels dari Kebumen atau Jogja tinggal menuju bagian Purworejo yang jalannya dah acak kadut dan sampai nemu petunjuk ke Ketawang. Bisa juga lewat jalan sebelum plang ke Ketawang (dari arah Jogja) yang nanti melewati gerbang dengan tulisan selamat datang di pantai Jetis, tinggal mengikuti jalan paving hingga pantai.

Di pantai ini sudah ada tempat parkir, tempat makan, dan tiada retribusi. Jenis pasir di pantai ini adalah pasir besi yang hitam, dan ketika saya membaca beberapa plang di jalan masuk, sepertinya dulu pantai ini menjadi tempat menambang pasir besi tapi sekarang sudah tidak lagi dan sekarang sedang direklamasi. Pantai ini menjadi spot mancing pasiran dengan pancingnya yang panjang-panjang dan saya hanya membawa tripot yang saya panjangkan kaki-kakinya :p. Selain itu juga terdapat payung-payung buat tempat berteduh dan seperti bekas/mau dibikin kolam renang (?) yang hanya berupa cerukan saja.

Kali dari rawa
Kalau masalah pemandangan pantai ini menurut saya biasa-biasa saja. Kalau cuma mau menikmati sore atau ingin menikmati angin semilir ya masih ok lah. Dari pantai ini kita bisa melihat pegunungan sewu dan menoreh di sebelah timur dan karst gombong di sebelah barat. Yang paling menyita perhatian mata saya adalah adanya mercusuar yang lokasinya cukup dekat, sekitar beberapa ratus meter barat laut dari pantai. Ketika menuju ke mercusuar, saya menggunakan jalan pasir yang menuju ke barat yang berada di ujung jalan paving (mobil gak bisa tembus), dan ternyata di tengah jalan, jalan ini dibelah oleh sungai kecil dan saya harus melewati sungai tersebut tanpa jembatan, kira-kira sih dalamnya cuma 30 cm (gak separah banjir Jakarta kok :p).

Mercusuar ini terletak di tengah rawa-rawa  yang sudah dimanfaatkan sebagai kolam ikan dan lahan bercocok tanam. Di tempat ini sudah ditulisi “dilarang memancing, ikan dipelihara”, tapi banyak orang yang tetap memancing di sana -___-;). Mercusuar ini cukup tinggi dengan banyaknya jumlah jendela, tapi sayangnya saya tidak masuk ke dalamnya. Kalau menurut saya, bangunan-bangunan tinggi itu bagusnya kalau dilihat dari bawah karena terlihat itu bangunan apa, kecuali kalau di dalam bangunan itu ada sesuatu yang menarik, atau mau main bungee jumping :p.
Mercusuar

Senin, 18 Februari 2013

Pantai Pagak - Pelelangan yang Terlupakan



Sebelum ini saya belum pernah mengulas mengenai pantai yang mempunyai pasir berwarna hitam karena menurut saya kebanyakan pantai dengan pasir setipe ini biasa saja, pantainya panjang, batas dengan pantai sebelahnya tidak begitu jelas, dan pasirnya mengandung biji besi. Terlepas dari itu semua, beberapa pantai pasir hitam kadang memiliki sesuatu yang menarik sehingga lebih unik disbanding pantai sejenis lainnya (sebenarnya yang pasir putih juga sama saja :p, tapi lebih enak dipandang mata). Pantai Pagak terletak di desa Pagak, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah atau pada koordinat 7.86444 S, 109.94333 E.

Untuk menuju ke pantai ini lumayan susah, jalannya sih gak begitu bagus tapi masih enak untuk dilewati, tapi tidak ada petunjuk yang jelas untuk menuju desa ini sehingga lumayan membingungkan. Paling gampang ya lewat jalan daendels sampai ke desa Wonosari, Pagak terletak di selatan Wonosari. Jalan di daerah ini masih berupa aspal rusak. Kalau sudah sampai Wonosari tinggal tanya-tanya saja karena daerahnya berupa persawahan jadi agak sulit membedakannya. Rute lain bisa lewat Jatimalang, dari pertigaan masjid tinggal ke arah timur saja sampai beberapa kilometer yang akan sampai ke Pagak.

Home Alone
Karena di pantai ini sudah dibangun tempat pelelangan ikan, dipikiran saya tempat ini bisa dilalui oleh mobil, sehingga jalannya ya lumayan lebar lah, tapi nyatanya untuk mencapai lokasi ini tidak bisa menggunakan mobil, dan mobil pun hanya bisa diparkir di daerah perkampungan setempat. Dari desa menuju ke pantai, kita akan melalui jembatan kayu yang menyeberangi rawa-rawa. Waktu ke sini tempat ini sedang digunakan untuk mancing oleh anak-anak desa. Seratus dua ratus meter kemudian sampailah di pantai yang ditandai dengan bangunan TPI. TPI di pantai ini sudah tidak beroperasi lagi karena satu dua alasan. Waktu membaca berita dari internet, di pantai ini terdapat makam tanpa nama tapi ya saya tidak terlalu memikirkan, hanya menebak-nebak saja di mana lokasinya.

Yang saya sukai dari pantai ini adalah pantai ini sepi, waktu ke sana hanya ada sekitar 5 orang dan itu pun lokasinya terpencar-pencar jauh, ada yang sedang memancing, mencari tanaman, dan lain-lain. Selain itu pantai ini juga gratis, tidak ada biaya parkir apalagi retribusi masuk. Dan yang paling saya sukai adalah pemandangannya cukup bagus menurut saya, dan saya merasa datang di waktu yang tepat. Hanya ada empat bangunan di pantai ini, namun tidak seperti di pantai lainnya, bangunan di sini malah menambah indah pemandangan pantai. Kalau masalah pemandangan pantai dan laut, saya rasa pemandangannya standar-standar saja, pasir kemudian diteruskan dengan laut. Tapi pemandangan di sini membangkitkan memori saya akan imajinasi tempat yang ingin saya kunjungi, yaitu suatu rumah (sendirian) yang berada di tengah padang rumput dan tidak jauh di sana terdapat laut. Namun dalam kasus di pantai ini tidak ada padang rumput, melainkan  sesuatu yang mirip lah.

Tempat Pelelangan Ikan
Tanaman yang mendominasi berupa Leguminoceae dan tanaman yang bunga(?)nya berduri mirip landak laut yang kalau kena kulit terasa ditusuk-tusuk jarum (entah namanya, tapi bukan pandan-pandanan). Karena persebarannya merata, tanaman tersebut membentuk kombinasi yang setidaknya membuat mirip padang rumput (dipas-pasin :p). Waktu ke sana, langit utara sudah terlihat mendung serta terlihat beberapa tempat sudah hujan dan angin terlihat membawa awan menuju ke selatan (anginnya ya gak kelihatan lah). Namun menurut saya pemandangannya jadi lebih ng… eksotik :p. Biasanya sih kalau ke pantai dan sudah terlihat tanda-tanda awan hitam bikin hati dan pikiran @#$%! dan bikin semuanya bubar saja, tapi waktu itu kok saya merasa agak senang ya (aneh banget). Kalau dibandingkan dengan pantai-pantai lain di Purworejo yang pernah saya kunjungi apalagi yang sudah dikelola seperti pantai Jatimalang (saya merasa kok nggak banget ya dengan pantai ini), pantai ini menurut saya lebih bagus dari pada pantai lain di sekitarnya.